Perkembangan Teknologi Internet

APA ITU INTERNET ?
Internet (interconnected
network) adalah sistem jaringan
komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket
protocol internet (TCP/IP) untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia.
Ini adalah jaringan berskala besar yang terdiri dari jaringan privat,
publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup global, dihubungkan
oleh beragam teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet
membawa beragam sumber daya dan layanan informasi, seperti
dokumen hiperteks yang saling terkait dan aplikasi World Wide
Web (WWW), surat elektronik, telepon, dan berbagi berkas.
SEJARAH INTERNET
Asal usul Internet berasal dari penelitian yang
ditugaskan oleh pemerintah federal Amerika Serikat pada tahun 1960-an
untuk membangun komunikasi yang kuat dan toleran terhadap kesalahan dengan
jaringan komputer. Jaringan prekursor utama, ARPANET, awalnya
berfungsi sebagai tulang punggung untuk interkoneksi jaringan akademik dan
militer regional pada 1980-an. Pendanaan National Science Foundation
Network sebagai tulang punggung baru pada 1980-an, serta pendanaan swasta
untuk ekstensi komersial lainnya, mendorong partisipasi dunia dalam
pengembangan teknologi jaringan baru, dan penggabungan banyak jaringan.Keterkaitan
jaringan komersial dan perusahaan pada awal 1990-an menandai dimulainya
transisi ke Internet modern, dan menghasilkan pertumbuhan eksponensial
yang berkelanjutan ketika generasi komputer institusional, personal,
dan seluler terhubung ke jaringan. Meskipun Internet banyak digunakan
oleh akademisi sejak 1980-an, komersialisasi memasukkan
layanan dan teknologinya ke dalam hampir setiap aspek kehidupan modern.
Protokol standar dari TCP/IP sendiri mulai
dipublikasikan ke publik di tahun 1982. Adanya nama domain juga sudah mulai
dipakai empat tahun setelahnya, tepatnya di tahun 1984. Lalu, National Science
Foundation Network (NSFNET) didirikan dan mulai dikembangkan di tahun 1986.
NSFNET inilah yang mulai menggantikan peranan dari ARPANET sebagai suatu wadah
riset terkait di Amerika Serikat. Beberapa jaringan internasional pada banyak
negara akhirnya mulai dikembangkan dan dihubungkan lewat NSFNET tersebut
Pada waktu itu jaringan internet di Indonesia
lebih dikenali dengan nama unik yaitu Paguyuban Network. Paguyuban Network ini
juga berarti serupa dengan namanya dimana semangat kekeluargaan atau kerjasama
terjadi begitu akrab diantara para anggota pengembang teknologinya. Hal ini
cukup berbeda bila dibandingkan dengan suasana pengembangan Internet di
Indonesia sekarang-sekarang ini yang tentunya lebih ke arah komersial
tujuannya. Tapi tentunya tak hanya sisi negatif yang dirasa, pertumbuhan
e-commerce dan perusahaan komersial lainnya jadi meningkat drastis dan turut
membangun juga ekonomi bangsa.
PERKEMBANGAN INTERNET
Selanjutnya, internet yang makin cepat
memungkinkan untuk mengirim pesan selain tulisan yaitu gambar atau suara dengan
menggunakan BBM, WhatsApp, dan sebagainya.
Saat ini, bahkan melalui layanan pesan seperti
itu, kita bisa melakukan telepon video dan mengirim video yang tentu saja
membutuhkan koneksi internet yang lebih cepat.
Perkembangan teknologi chatting tersebut
sebenarnya disebabkan oleh kecepatan koneksi internet yang terus bertambah.
Dari yang awalnya hanya 1G ke 2G, dan
seterusnya hingga saat ini menuju ke koneksi internet 5G. Huruf G tersebut
adalah singkatan dari “Generation” atau “Generasi” dalam bahasa
Indonesia.Setiap naik generasi, kecepatan koneksi internet naik sekitar 1000
kali lipat dari sebelumnya Apa sih perbedaan dari tiap generasi koneksi
internet tersebut? Yuk kita bahas ulasannya berikut ini.
1. Dial – Up

Pada
tahun 1994, IndoNet menawarkan layanan internet secara komersil yang bisa
dinikmati masyarakat di tahan air yang kala itu koneksi internetnya menggunakan
koneksi jenis Dial-up.
Koneksi
internet dial up adalah komunikasi antar komputer dengan
menggunakan saluran telepon dengan modem atau yang disebut dengan jalur PSTN (Public
Switched Telephone Network).
Jenis koneksi ini mempunyai kecepatan hingga 56 Kbps.
Untuk
melakukan Dial-up, diperlukan perangkat keras seperti komputer,
modem dan saluran telepon sedangkan perangkat lunaknya disediakan oleh
ISP (internet service provider) tempat kita berlangganan.
Tapi
sayang banyak kekurangan dalam menggunakan sistem ini, diantaranya :
- Kecepatan internet yang lemot atau lelet terutama saat mengakses internet pada jam-jam sibuk
- Pengguna tidak bisa menggunakan telepon pada saat sedang menggunakan internet
- Tarif dial-up masih berdasarkan waktu.
2. ADSL

Koneksi
internet ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah salah satu
bentuk dari teknologi digital subscriber line, yaitu suatu
teknologi komunikasi data yang memungkinkan transmisi data yang lebih cepat
melalui kabel tembaga telepon.
Karakter yang membedakan ADSL adalah aliran kapasitas data dari satu arah lebih besar dari arah yang lain, biasa disebut asimetris. Saluran telepon dan modem dipisahkan menggunakan splitter. ISP yang menggunakan teknologi ini contohnya Telkomnet Instant dari Telkom.
Kecepatan internet menggunakan modem ADSL berada dikisaran 256 kbit/s sampai dengan 8 Mbit/s.
3. GPRS atau 1G

General Packet Radio Service (GPRS) merupakan salah satu standard komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan dan menerima data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data (CSD).
Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan email, dan gambar (MMS), Wireless Application Protocol (WAP), atau World Wide Wap (WWW).
Salah satu keuntungan dari teknologi ini adalah pengguna akan selalu terhubung (connected) dan dikenakan biaya tergantung dari besarnya data yang ditransmisikan. Kecepatan koneksi internetnya mulai dari 56 Kbps hingga 115 Kbps.
4. EDGE atau 2G

Generasi
setelah GPRS adalah EDGE (Enhanced Data rate for GSM Eavolution) yang
merupakan teknologi evolusi dari GSM dan IS-136.
Tujuan pengembangan teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efesiensi spektrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasitas.
Walau disebut “Evolution”, sinyal E tidak begitu cepat untuk data transfernya. Kecepatan data transfer sinyal EDGE ini antara 120 Kbpssampai dengan 384 Kbps.
Pada iPhone generasi awal, sinyal EDGE adalah jaringan tertinggi yang bisa dipindah. Walau agak lambat, namun sinyal E tidak terlalu menjemukan dibandingkan sinyal GPRS.
5.
3G

Jaringan 3G menawarkan kecepatan transfer data yang lebih
cepat dari 2G dan yang pertama untuk memungkinkan panggilan video.
3G, memiliki kecepatan transmisi yang berkisar antara 384 Kbps – 2 Mbps. 3G sebenarnya memiliki kemampuan transmisi data yang lebih, memungkinkan panggilan suara dan video, transmisi file, internet, TV online, melihat video kualitas tinggi, bermain game dan banyak lagi.
6. HSPA atau 3,5G
3.5G adalah kemajuan perkembangan dari 3G, terkadang
disebut juga Turbo 3G atau HSPA. Teknologi HSPA adalah singkatan dari High Speed Packet Access yaitu Paket Akses
Kecepatan Tinggi. Secara garis besar ini merupakan penggabungan dari dua
protokol telepon selular yaitu HSDPA dan HSUPA.
HSPA dapat berkembang dan meningkatkan kinerja jaringan telekomunikasi generasi
ketiga 3G dengan memanfaatkan jaringan WCDMA. Teknologi ini pertama kali mampu
mencapai kecepatan transmisi hingga 14 Mbps untuk download dan 5.76 Mbps untuk
upload.
7. HSPA+ atau ( 3,75G &
3.9G )

3.75G adalah kemajuan perkembangan yang ditingkatkan dari
HSPA yaitu HSPA+ atau disebut juga Evolved HSPA, dirilis tahun 2008 dan digunakan di
seluruh dunia berikutnya mulai tahun 2010. Secara teoritis Teknologi ini mampu
mencapai kecepatan hingga 42 Mbps.
3.9G adalah kemajuan dari HSPA+, bisa disebut juga Advanced HSPA+ dan awal mula dari teknologi LTE
untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan. LTE telah melakukan banyak
pengujian kecepatan hingga memiliki beberapa macam kategori yang selanjutnya
mampu mencapai standar untuk 4G.
8. 4G

4G adalah singkatan atau kepanjangan dari Fourth Generation yaitu generasi keempat dari
standar teknologi komunikasi telepon selular. Jaringan 4G, diyakini memberikan
banyak fitur dan nilai tambah dari 3G.
Selain memiliki semua fasilitas 3G, transmisi data 4G diyakini mempunyai kecepatan transmisi berkisar antara 100 Mbps – 1 Gbps. Percakapan, internet, chatting, jejaring, permainan, video atau apa pun fitur yang ada di dalamnya dapat dinikmati lebih baik dari 3G.
9. 4.5G atau 4G
LTE
3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA.
Jaringan antarmukanya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu mengunduh sampai dengan kecepatan 300 mbps dan upload 75 mbps. Layanan LTE pertama kali dibuka oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 desember 2009.
Lebih dikenal dengan sebutan LTE dan dipasarkan dengan nama 4G LTE adalah sebuah standard komunikasi nirkabel berbasis jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA untuk aksess data kecepatan tinggi menggunakan telepon seluler mau pun perangkat mobile lainnya.

3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA.
Jaringan antarmukanya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu mengunduh sampai dengan kecepatan 300 mbps dan upload 75 mbps. Layanan LTE pertama kali dibuka oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 desember 2009.
Lebih dikenal dengan sebutan LTE dan dipasarkan dengan nama 4G LTE adalah sebuah standard komunikasi nirkabel berbasis jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA untuk aksess data kecepatan tinggi menggunakan telepon seluler mau pun perangkat mobile lainnya.
10. 5G
5G atau Fifth Generation (generasi kelima) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G. Teknologi generasi kelima ini direncanakan akan resmi diliris untuk sistem operasi seluler pada 2020.
Teknologi 5G belum dapat dipastikan seperti apa keunggulan dan kekurangannya karena saat ini hal itu masih berupa konsep. Tetapi dari konsep-konsep yang diciptakan tersebut, terdapat beberapa konsep yang menjadi tujuan utama dari teknologi 5G, yaitu:
- Kecepatan data yang lebih signifikan dari 4G.
- Memiliki transfer data dari satu telepon ke telepon lain dengan kecepatan satu mili detik.
- Dapat terkoneksi dengan alat seperti telepon, mobil, dan peralatan rumah tangga.
Teknologi 5G diprediksi memiliki kecepatan sekitar 800Gbps, atau seratus kali lebih cepat dari kecepatan generasi sebelumnya. Dengan kecapatan seperti itu, teknologi 5G bisa memungkinkan untuk mengunduh 33 film High Definition hanya dalam beberapa detik.
REFERENSI :
4. https://id.wikipedia.org/wiki/5G

Komentar